<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dwitiya's Blog</title>
	<atom:link href="http://dwitiya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dwitiya.wordpress.com</link>
	<description>About Life, Health, Sales and Programming</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Nov 2008 04:39:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dwitiya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dwitiya's Blog</title>
		<link>http://dwitiya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dwitiya.wordpress.com/osd.xml" title="Dwitiya&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dwitiya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hydroxygen Plus ®- Terapi Oksigen Tingkat Sel</title>
		<link>http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/hydroxygen-plus-%c2%ae-terapi-oksigen-tingkat-sel/</link>
		<comments>http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/hydroxygen-plus-%c2%ae-terapi-oksigen-tingkat-sel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 04:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dwitiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health and Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[hydroxygen plus]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kista]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwitiya.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[untuk pemesanan Call: 021-99617027 Hydroxygen Plus® merupakan produk nutrisi alami unik dengan paten internasional, yang di rancang khusus untuk memberikan lebih banyak oksigen ke dalam sel tubuh, sehingga bisa meningkatkan energi dan vitalitas anda. Dilengkapi dengan fungsi antioksidan, spektrum luas mineral &#38; trace mineral, enzim-enzim, asam amino, probiotic agent yang merupakan elemen penting yang dibutuhkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwitiya.wordpress.com&amp;blog=5555998&amp;post=14&amp;subd=dwitiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://ghtasia.com/images/Hydroxygen-Plus.jpg" title="Hydroxygen Plus" class="alignleft" width="93" height="265" /> untuk pemesanan Call: 021-99617027<br />
Hydroxygen Plus® merupakan produk nutrisi alami unik dengan paten internasional, yang di rancang khusus untuk memberikan lebih banyak oksigen ke dalam sel tubuh, sehingga bisa meningkatkan energi dan vitalitas anda.<br />
<span id="more-14"></span><br />
Dilengkapi dengan fungsi antioksidan, spektrum luas mineral &amp; trace mineral, enzim-enzim, asam amino, probiotic agent yang merupakan elemen penting yang dibutuhkan tubuh agar tetap sehat.</p>
<p>Telah diuji coba dan digunakan oleh para dokter &amp; orang biasa selama bertahun-tahun dan kegunaannya telah menghasilkan laporan yang positif. Hydroxygen Plus direkomendasikan oleh berbagai ahli nutrisi, dokter, atau praktisi kesehatan lainnya karena manfaat positifnya bagi dunia kesehatan.</p>
<p>Manfaat Hydroxygen Plus®:</p>
<p>    * Membersihkan darah dari racun &amp; sampah berbahaya lainnya<br />
    * Terapi oksigen unik tingkat sel<br />
    * Antioksidan – melawan serangan radikal bebas penyebab penuaan dini, penyakit jantung, stroke &amp; kanker<br />
    * Mengurangi asam laktat penyebab rasa nyeri<br />
    * Probiotic agent-menjaga kesehatan usus<br />
    * Meningkatkan penyerapan nutrisi lain<br />
    * Menghambat perkembangan mikroba patogen penyebab infeksi &amp; penyakit<br />
    * Selain diminum, dapat juga digunakan secara eksternal<br />
    * Mudah diserap, aman &amp; teruji</p>
<p>Cara penggunaan :</p>
<p>Dewasa : Dosis pemeliharaan 7-10 tetes 3x sehari. Contoh pemberian : Larutkan 3 tetes dalam segelas air pada suhu kamar (± 240 cc) atau jus, dan diminum 3x sehari. Setiap harinya tambahkan 1 tetes hingga mencapai dosis 21 tetes 3x sehari (dosis terapi). Kemudian dosis dipertahankan selama 1 – 2 bulan agar proses cleansing/detoksifikasi dapat terjadi pada jaringan tubuh lainnya. Setelah dosis terapi selesai anda dapat kembali secara bertahap ke dosis pemeliharaan 7- 10 tetes 3x sehari. Dapat diminum bersamaan makan atau setelah makan.</p>
<p>Bayi/Anak – anak: Gunakan 1 tetes tiap 5 kg berat badan, dapat digunakan 3 kali sehari.</p>
<p>Reaksi pembersihan (detoksifikasi)</p>
<p>Reaksi Pembersihan yang disebut detoksifikasi (proses pembuangan sampah tubuh) dapat terjadi di awal penggunaan produk. Ini adalah sesuatu yang baik karena tubuh anda perlu mengeluarkan substansi yang merugikan tubuh yang telah mengisi sel-sel tubuh anda sebelum dapat membangun kembali.</p>
<p>Gejala detoksifikasi beragam tergantung kadar &#8220;racun&#8221; dalam tubuh seseorang. Beberapa gejala detoksifikasi adalah sbb: mengantuk, sering buang air kecil, buang air besar lebih sering dari biasa, diare ringan, berkeringat lebih banyak. Bila reaksi detoksifikasi dirasakan menganggu aktivitas sehari-hari, anda dapat kembali kepada dosis sebelumnya selama 2-3 hari, baru kemudian ditingkatkan kembali. Dosis dapat digunakan hingga 100 tetes setiap harinya bagi penderita penyakit kronis dengan tetap mengikuti tahapan diatas.</p>
<p>“Anda akan terpesona dengan pembersihan yang cepat dan proses pembangunan kembali tubuh anda oleh Hydroxygen Plus” &#8220;Mr. Oxygen&#8221; Ed McCabe -Peneliti Terapi Oksigen Terkemuka, Penulis Buku ” Flood Your Body with Oxygen, Therapy for Our Polluted World”</p>
<p>3 alasan utama memilih Hydroxygen Plus :</p>
<p>Reputasi: Produk alami dengan kualitas tinggi yang telah mendapatkan paten internasional dan direkomendasikan oleh peneliti, dokter, praktisi kesehatan indepeden.</p>
<p>.Teruji: Telah teruji di berbagai negara, aman, tanpa efek samping, dan dapat dipergunakan oleh anak-anak dan dewasa.</p>
<p>.Terbukti: Terbukti bermanfaat bagi mereka yang ingin mendapatkan kesehatan dan bagi mereka yang mengharap kesembuhan </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwitiya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwitiya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwitiya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwitiya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwitiya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwitiya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwitiya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwitiya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwitiya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwitiya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwitiya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwitiya.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwitiya.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwitiya.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwitiya.wordpress.com&amp;blog=5555998&amp;post=14&amp;subd=dwitiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/hydroxygen-plus-%c2%ae-terapi-oksigen-tingkat-sel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b618fc82ff9c7d791627998a2b2bff84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dwitiya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ghtasia.com/images/Hydroxygen-Plus.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hydroxygen Plus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati-hati, Bersin Terlalu Kuat Sebabkan Epistaksis!</title>
		<link>http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/hati-hati-bersin-terlalu-kuat-sebabkan-epistaksis/</link>
		<comments>http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/hati-hati-bersin-terlalu-kuat-sebabkan-epistaksis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 04:29:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dwitiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health and Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[bersin]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[Epistaksis]]></category>
		<category><![CDATA[mimisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwitiya.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[dikutip dari okezone.com ISTAKSIS atau mimisan memang bukan hal baru. Orang dewasa maupun anak-anak mengalaminya. Faktor penyebabnya bermacam-macam. Salah satu di antaranya adalah bersin yang terlalu kuat. Menurut dr Inis Sumiati dari Rumah Sakit Sentra Medika, Depok, Jawa Barat, epistaksis sangat sering dijumpai pada anak-anak. Tak heran, banyak orangtua merasa takut dan bingung bila sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwitiya.wordpress.com&amp;blog=5555998&amp;post=10&amp;subd=dwitiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dikutip dari okezone.com</p>
<p><img alt="" src="http://lifestyle.okezone.com/images-data/content/2008/11/18/27/165162/wTeFOWC6ap.jpg" title="bersin" class="alignleft" width="300" height="276" />ISTAKSIS atau mimisan memang bukan hal baru. Orang dewasa maupun anak-anak mengalaminya. Faktor penyebabnya bermacam-macam. Salah satu di antaranya adalah bersin yang terlalu kuat.<br />
<span id="more-10"></span><br />
Menurut dr Inis Sumiati dari Rumah Sakit Sentra Medika, Depok, Jawa Barat, epistaksis sangat sering dijumpai pada anak-anak. Tak heran, banyak orangtua merasa takut dan bingung bila sang anak terkena epistaksis. Epistaksis atau mimisan ini bukan merupakan suatu penyakit, tetapi gejala dari suatu penyakit. Itu berarti epistaksis bisa terjadi karena bermacam sebab, mulai dari yang ringan sampai yang berat.</p>
<p>Faktor Penyebab</p>
<p>Epistaksis dapat terjadi karena kelainan lokal pada rongga hidung atau karena kelainan yang terjadi di tempat lain dari tubuh. Kelainan lokal dapat berupa trauma, seperti mengorek hidung, terjatuh, terpukul benda asing, atau pun karena iritasi gas yang merangsang. Kelainan lokal lain yang dapat menyebabkan anak terkena epistaksis adalah infeksi hidung dan organ sekitarnya, perubahan lingkungan yang mendadak dan penyebab lain.</p>
<p>Sementara kelainan bagian tubuh yang bisa menyebabkan mimisan, antara lain penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti tekanan darah tinggi dan kelainan pembuluh darah atau kelainan darah, seperti turunnya kadar trombosit. &#8220;Penyebab mimisan memang sebetulnya sangat kompleks, baik itu yang berupa ringan maupun yang berat yang mendapatkan penanganan khusus,&#8221; terang dr Inis.</p>
<p>Epistaksis sendiri terbagi anterior atau depan dan posterior atau belakang. Untuk kasus epistaksis anterior, trauma berasal dari bagian depan hidung, di mana asal pendarahannya berasal dari pleksus kiesselbach. Epistaksis anterior sendiri menunjukkan gejala klinik yang jelas berupa pendarahan dari lubang hidung.</p>
<p>Sedangkan epistaksis posterior umumnya berasal dari rongga hidung posterior melalui cabang fenopalatina. Epistaksis posterior sering kali menunjukkan gejala yang tidak terlalu jelas, seperti mual, muntah darah, batuk darah, dan anemia. Biasanya epistaksis posterior ini melibatkan pembuluh darah besar sehingga terjadinya pendarahan menjadi lebih hebat.</p>
<p>Menurut dr Inis, epistaksis pada anak-anak umumnya berasal dari little&#8217;s area/pleksus kiesselbach yang berada pada dinding depan dari septum hidung. Namun ada dua faktor yang paling penting dari epistaksis pada anak-anak ini. Pertama, trauma minor, seperti mengorek hidung, menggaruk, bersin, batuk atau mengedan. Kedua, mukosa hidung yang rapuh, yaitu terdapat infeksi saluran napas atas, pengeringan mukosa dan penggunaan steroid inhalasi melalui hidung.</p>
<p>Epistaksis biasanya juga sering terjadi pada musim atau cuaca panas, yang mengakibatkan lendir hidung menjadi kering sehingga pembulu darah teriritasi. Kadang-kadang bau bahan kimia yang sangat menyengat juga dapat menimbulkan iritasi pada selaput lendir dan pembulu darah hidung. Anak yang sedang pilek atau mengalami alergi pada hidung juga sering mengalami mimisan. Bersin yang terlalu kuat juga kadang-kadang dapat mengakibatkan terjadinya epistaksis. Kelainan bentuk anatomi hidung, penyakit kronik, penyakit darah adalah beberapa keadaan yang juga menyebabkan terjadinya epistaksis. Hanya saja angka kejadian kelainan seperti ini masih sangat jarang.</p>
<p>Pengobatan</p>
<p>Pengobatan terhadap epstaksis harus disesuaikan dengan jenis dan gejala yang dialami. Jika sang buah hati mengalami epistaksis enterior, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah meminta penderita duduk tegak supaya tekanan vaskularnya berkurang dan mudah membatukkan darah dari tenggorokan. Biasanya epistaksis anterior ini dapat juga dihentikan dengan cara menekan kuping hidung selama 5-10 menit.</p>
<p>Jika kedua cara di atas tidak membuahkan hasil, ada cara lain. Memasang tampon anterior yang telah dibasahi dengan adrenalin dan lidocain atau pantocain untuk menghentikan pendarahan dan mengurangi rasa nyeri. Setelah pendarahan berhenti, sumbat sumber pendarahan dengan menyemprotkan larutan perak nitrat 20-30 persen atau asam trichloracetat 10 persen atau bisa juga dengan elektrokauter.</p>
<p>Lain halnya posterior. Sebagian besar darah masuk ke dalam mulut sehingga pemasangan tampon anterior tidak dapat menghentikan pendarahan. Pendarahan posterior lebih sukar diatasi karena biasanya hebat dan sulit melihat bagian belakang dari rongga hidung. Tapi epistaksis posterior ini dapat diatasi dengan memasang tampon Bellocq, yaitu tampon yang mempunyai tiga helai benang, 1 helai di setiap ujungnya dan 1 helai di tengah. Tampon dipasang selama 2-3 hari disertai pemberian antibiotik per-oral untuk mencegah infeksi pada sinus atau pun telinga tengah.</p>
<p>Pada epistaksis yang berat dan berlubang, yang tak dapat diatasi dengan pemasangan tampon, perlu dilakukan pengikatan arteri etmoidalis anterior dan posterior atau arteri maksilaris interna. Epistaksis akibat patah tulang atau septum hidung biasanya berlangsung singkat dan berhenti secara spontan. Kadang-kadang timbul kembali beberapa jam atau beberapa hari kemudian setelah pembengkakan berkurang.</p>
<p>Jika demikian, perlu dilakukan pembedahan patah tulang atau peningkatan arteri. Pada penderita telangiektasi hemoragik herediter (kelainan bentuk pembuluh darah), epistaksis yang hebat bisa menyebabkan anemia berat yang tidak mudah dikoreksi dengan pemberian zat besi tambahan.</p>
<p>Selain pengobatan itu, lanjut dr Inis, ada cara lain, yaitu dengan menggunakan daun sirih. Secara tradisional, orang Indonesia secara spontan akan menggulung selembar daun sirih (piper betle lynn) dan memasukkannya ke hidung untuk menyumbat darah yang keluar. Dalam sekejap, aliran darah dari hidung berhenti. Memang harus diakui bahwa sampai saat ini, belum banyak kajian ilmiah tentang kaitan epistaksis dengan daun sirih tersebut. Tapi jika diisap, cairan daun sirih mampu menghentikan pendarahan pada hidung.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwitiya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwitiya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwitiya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwitiya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwitiya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwitiya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwitiya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwitiya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwitiya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwitiya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwitiya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwitiya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwitiya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwitiya.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwitiya.wordpress.com&amp;blog=5555998&amp;post=10&amp;subd=dwitiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/hati-hati-bersin-terlalu-kuat-sebabkan-epistaksis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b618fc82ff9c7d791627998a2b2bff84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dwitiya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lifestyle.okezone.com/images-data/content/2008/11/18/27/165162/wTeFOWC6ap.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bersin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Video Clip Pinkan Mambo &#8211; Kekasih Yang Tak Dianggap</title>
		<link>http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/video-clip-pinkan-mambo-kekasih-yang-tak-dianggap/</link>
		<comments>http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/video-clip-pinkan-mambo-kekasih-yang-tak-dianggap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 04:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dwitiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwitiya.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Lagunya enak<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwitiya.wordpress.com&amp;blog=5555998&amp;post=6&amp;subd=dwitiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lagunya enak</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/video-clip-pinkan-mambo-kekasih-yang-tak-dianggap/"><img src="http://img.youtube.com/vi/521jUBxq6rw/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwitiya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwitiya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwitiya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwitiya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwitiya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwitiya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwitiya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwitiya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwitiya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwitiya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwitiya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwitiya.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwitiya.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwitiya.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwitiya.wordpress.com&amp;blog=5555998&amp;post=6&amp;subd=dwitiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/video-clip-pinkan-mambo-kekasih-yang-tak-dianggap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b618fc82ff9c7d791627998a2b2bff84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dwitiya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mulai&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/hello-world/</link>
		<comments>http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 03:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dwitiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwitiya.wordpress.com&amp;blog=5555998&amp;post=1&amp;subd=dwitiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwitiya.wordpress.com&amp;blog=5555998&amp;post=1&amp;subd=dwitiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwitiya.wordpress.com/2008/11/18/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b618fc82ff9c7d791627998a2b2bff84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dwitiya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
